well, another night, gue gatau gue mau ngomong sama siapa but need to get this shit out of my head, a soon as possible,I'm with my best friend right now, this is more This is more of a things that I would like to say to this particular person, so... Gue kinda super galau rite now, karna my BF -elhaq- is going out for lunch sama org yang dia suka, trs dia rada complain gitu abt having lunch instead of dinner which is much more compared to a lunch.
Trs gue pengen cerita parah banget sama this person, well just call him X, so gue pengen banget cerita sama X abt this, X taunya gue suka sama temennya, which I fancy so much, karna temennya itu ... Well temennya itu si manusia sempurna gue . trs gue bilang . That I wanted to talk, tp apparently dia cape banget, and he just got off from a LONG phone call with someone anonymous, yang dia gamau kasih tau gue . Well . Gue akhirnya stuck dan mendem perasaan ini . Again. Kali ini gue bakalan beneran nangis di toilet deh . Tadinya gue pengen bilang ..
:I would kill to be on a lunch date sama Y, it doesn't even have to be a date, at all. I'm a 16-years-old girl... I want stuff like that, like what elhaq have:( huhu . It feels good to be wanted .
In fact, gue pengennya lunch date sama dia, gue would kill for a lunch with X, and I'm dying trying not to think abt it, but its what's on my mind every second, dan gue bener2 kepikiran, gue sering day dreaming about having all of this moment and incident with him, day dreaming about having a really sweet conversation, day dreaming abt swing dancing with him, day dreaming abt everything, it feels really weird that gue suka banget sama dia, and I don't want to tell anybody, gue selalu having hard time on not telling ppl who I like, soalnya its just,when I love a person gue bener2 like to show how epic my love is . But not this time . Cuman gue . Elhaq. Tuhan. Dan blog yang tau ini semua . Dan kali ini gue bener2 keep it to myself . Semua orang taunya gue sukanya sama Y . Bukan sama X . I mean . If only u could see my math book you'll know, isinya banyak namanya X . Fuck math. Gue kepikiran dia trs. Gue jadi loner, gapengen istirahat, gapengen jajan, gue duduk sendirian di bawah locker gue, mikirin dia, berharap dia disana, duduk sebelah gue nemenin gue, ngehibur gue, ketawa sama gue, curhat sama gue , even cuman jd temen aja its okay kok. Lama-lama gue jd makin sucker for him banget, dan gue gamau. Gue gasuka . Gue cape . Gue berubah, kenapa dia bisa rubah gue gini? Gue gangerti.
at the end of the day gue diam saja, gue seneng banget buat elhaq yang having lunch date sama dia, dan berlanjut sampe malem, walaupun mereka gapake candle light dinner seperti yang ada di otaknya dia, atleast dinner kan?
dan gue akan tunggu lunch date romantis gue suatu saat... kalau udh tepat.
Senin, 13 Mei 2013
entahlah
entahlah mau gue sekarang apa.
gue juga mau mengumumkan kalau waktu gue telah habis. beberapa waktu yang lalu adalah last day of school bagi anak kelas 12 disekolah gue . dan habislah kesempatan gue sampai disitu saja. gue udah terlambat.
gaada lagi kesempatan buat gue untuk ngeliatin dia lagi. 2 tiga hari gaberasa apa-apa karna ya libur, pas hari selasa gue lagi jalan menuju ke kelas math gue di gedung B2. dan seperti biasa gue taro tas dan ke locker gue di B3 untuk ambil buku math, dan perjalanan kesana itu selalu melewati kelasnya kakak.
ketika gue nengok ke kiri untuk liat dia dari kaca kecil yang ada di pintu tiap kelas, gue lihat kelas itu kosong, kursi di baris depan itu kosong, tempat dia biasa duduk dan sangat semangat belajar matematika (what kind of sorcery is that?!) sekarang telah kosong. dan disitu gue baru sadar...... kalo waktu gue udah habis. sedih sih. tapi gue pikir gue bakalan lebih sedih daripada ini. ternyata cuman sedikit penyesalan aja . walaupun gaada yang berubah selain kenyataan bahwa gue tau gue gak begitu terpengaruh sama dia.
sekarang udah hampir sebulan dari terakhir kali gue liat mereka sedang keliaran disekolah bareng2 kita. sekarang mereka cuman exam-exam mulu.
pada kemarin pagi gue bangun pagi dengan mata yg bengkak sebelah. gue yakin ini ulah eyang subur. tapi gue tunda rencana gue untuk ngambil pasukan atau injek-injek senjatanya karna gue udh mau terlambat sekolah.
di depan sekolah gue baru inget kalo gue harus pake kaus kaki ke sekolah, dan gue lupa bawa jaket gue . kurang sial apakah awal hari gue .
dengan bekal 30rb rupiah aku turun dari mobil menuju koperasi sekolah dan gue masuk buat beli kaos kaki dan sweater, supaya gue bisa bertahan hidup disekolah, dan ketika gue baru saja akan memakai kaos kaki itu, dan gue raihlah kaos kaki gue, tiba-tiba kakak masuk. sumpah dari sejuta orang miskin pulpen disekolah ini harus banget ya dia yang masuk ke dalem koperasi. harus banget ya pas gue lagi disana. harus banget ya? HARUS BANGET?! HARUS?!?!?!?!
gue deg-degan . gue bingung. gue stress. gue gemeter. gue panas. gue pusing. gue panggil dokter. kata dokter gue gila. gue kaget. gue pingsan. gue bangun. gue ternyata gak gila.
gak. gue gak lakuin semua itu. gue telpon mama. eh gadeng mama yang telpon gue, jadi gue langung sabet sweater dan kaos kaki gue dan cabut. padahal itulah kesempatan gue untuk bilang "hai kak, goodluck ya ulangannya" tapi gue gak lakuin gue . gue malahan pergi. tolol.
iya gue tau. maafin gue .
walaupun gue nyesel abitttchhhh! tapi gue gak ngerasa sedih seperti gue seharusnya, sedih.... tapi cuman dikit doang. gak lagi. dan gue bertanya lagi what kind of sorcery is this?! karna gue baru sekali ini ngerasa gak kehilangan ketika gue harusnya kehilangan sesuatu .
mungkinkah ini sejenis dengan defense mechanism? gue rasa nggak. gue rasa gue selama ini cuman kagum aja sama dia kali ya. mungkin itulah jawabannya. atau iya defense mechanism. gue udah tau dari awal ini bakalan kemana dan somehow gue udah siap untuk ini karna gue tau its coming anyway.
manusia yang aneh, gue kangen, dan gue bete, karna gue sebenernya pengen ngerasain sedihnya berpisah sama dia secara diam-diam saja, kayak sedihnya gue waktu gue harus pisah sama FAFA :"""( gue nangis di airport. gue doang lagi nyokap bokapnya nggak (iyalah orang mereka ikut kesana bego)
dan gue mulai meragukan kredibilitas gue sebagai seorang manusia. kalo kata john mayer. stay human stay hurt-able and it will be worth it. dan iya gue mau kok kayak gitu.
atau seperti Ted Mosby di HIMYM bilang " i want that feeling, i dont want to choose between to girl, i want to be head overheels stupid for one.
dan selayaknya Ross selalu mencintai Rachel di FRIENDS, atau seperti Temperance and Booth di BONES, Elphaba dan Fiyore di Wicked, atau seperti Eponine kepada Marius di Les Miserable, mereka semua head overheels stupid for someone.
mungkin mereka stupid, but at least they're not alone. mereka punya satu sama lain untuk nemenin mereka jadi orang bego.
dan gue ternyata pernah ngerasa kayak gitu, dan masih, dan akan selalu juga. itu gue ke valdy, tolol untuk satu orang, tolol untuk valdy. tapi gue seneng, walaupun ada saat dimana gue harus nelen semua sakit balik lagi ke hati gue. tapi gue tau kalo apa yang gue rasain itu that kind of feeling. dan gue hidup setengah jiwa kehilangan dia.
mungkin itu juga kenapa gue gabisa suka sama siapa-siapa se significant suka gue ke dia. karna semuanya tentang dia udah terlanjur terlalu banyal, dan gue benci deket dia, gue benci jauh dari dia, gue benci temen-temen gue main sama dia. gue benci semua orang tau apa kabarnya kecuali gue, gue benci dia mandang orang lain, gue benci dia senyumin orang lain, bukan karna gue obsesi sama dia tapi karena dia dulu gitu ke gue, dan waktu dia hilang gue harus nontonin semua orang dapetin seuatu yang berharga buat gue dengan gampangnya.
dan gue benci waktu ada yang gak menghargai dia, karna dia gue sayang, terus, gue sayang dia banget dan gue bakalan menghargai dia. gue benci mereka yang buat mimpinya tertunda dan terancam gagal, karna gue bakalan dukung dia ancur-ancuran ngejar mimpinya, tapi gue gabisa lakuin itu lagi.
dan entahlah.....
gue juga mau mengumumkan kalau waktu gue telah habis. beberapa waktu yang lalu adalah last day of school bagi anak kelas 12 disekolah gue . dan habislah kesempatan gue sampai disitu saja. gue udah terlambat.
gaada lagi kesempatan buat gue untuk ngeliatin dia lagi. 2 tiga hari gaberasa apa-apa karna ya libur, pas hari selasa gue lagi jalan menuju ke kelas math gue di gedung B2. dan seperti biasa gue taro tas dan ke locker gue di B3 untuk ambil buku math, dan perjalanan kesana itu selalu melewati kelasnya kakak.
ketika gue nengok ke kiri untuk liat dia dari kaca kecil yang ada di pintu tiap kelas, gue lihat kelas itu kosong, kursi di baris depan itu kosong, tempat dia biasa duduk dan sangat semangat belajar matematika (what kind of sorcery is that?!) sekarang telah kosong. dan disitu gue baru sadar...... kalo waktu gue udah habis. sedih sih. tapi gue pikir gue bakalan lebih sedih daripada ini. ternyata cuman sedikit penyesalan aja . walaupun gaada yang berubah selain kenyataan bahwa gue tau gue gak begitu terpengaruh sama dia.
sekarang udah hampir sebulan dari terakhir kali gue liat mereka sedang keliaran disekolah bareng2 kita. sekarang mereka cuman exam-exam mulu.
pada kemarin pagi gue bangun pagi dengan mata yg bengkak sebelah. gue yakin ini ulah eyang subur. tapi gue tunda rencana gue untuk ngambil pasukan atau injek-injek senjatanya karna gue udh mau terlambat sekolah.
di depan sekolah gue baru inget kalo gue harus pake kaus kaki ke sekolah, dan gue lupa bawa jaket gue . kurang sial apakah awal hari gue .
dengan bekal 30rb rupiah aku turun dari mobil menuju koperasi sekolah dan gue masuk buat beli kaos kaki dan sweater, supaya gue bisa bertahan hidup disekolah, dan ketika gue baru saja akan memakai kaos kaki itu, dan gue raihlah kaos kaki gue, tiba-tiba kakak masuk. sumpah dari sejuta orang miskin pulpen disekolah ini harus banget ya dia yang masuk ke dalem koperasi. harus banget ya pas gue lagi disana. harus banget ya? HARUS BANGET?! HARUS?!?!?!?!
gue deg-degan . gue bingung. gue stress. gue gemeter. gue panas. gue pusing. gue panggil dokter. kata dokter gue gila. gue kaget. gue pingsan. gue bangun. gue ternyata gak gila.
gak. gue gak lakuin semua itu. gue telpon mama. eh gadeng mama yang telpon gue, jadi gue langung sabet sweater dan kaos kaki gue dan cabut. padahal itulah kesempatan gue untuk bilang "hai kak, goodluck ya ulangannya" tapi gue gak lakuin gue . gue malahan pergi. tolol.
iya gue tau. maafin gue .
walaupun gue nyesel abitttchhhh! tapi gue gak ngerasa sedih seperti gue seharusnya, sedih.... tapi cuman dikit doang. gak lagi. dan gue bertanya lagi what kind of sorcery is this?! karna gue baru sekali ini ngerasa gak kehilangan ketika gue harusnya kehilangan sesuatu .
mungkinkah ini sejenis dengan defense mechanism? gue rasa nggak. gue rasa gue selama ini cuman kagum aja sama dia kali ya. mungkin itulah jawabannya. atau iya defense mechanism. gue udah tau dari awal ini bakalan kemana dan somehow gue udah siap untuk ini karna gue tau its coming anyway.
manusia yang aneh, gue kangen, dan gue bete, karna gue sebenernya pengen ngerasain sedihnya berpisah sama dia secara diam-diam saja, kayak sedihnya gue waktu gue harus pisah sama FAFA :"""( gue nangis di airport. gue doang lagi nyokap bokapnya nggak (iyalah orang mereka ikut kesana bego)
dan gue mulai meragukan kredibilitas gue sebagai seorang manusia. kalo kata john mayer. stay human stay hurt-able and it will be worth it. dan iya gue mau kok kayak gitu.
atau seperti Ted Mosby di HIMYM bilang " i want that feeling, i dont want to choose between to girl, i want to be head overheels stupid for one.
dan selayaknya Ross selalu mencintai Rachel di FRIENDS, atau seperti Temperance and Booth di BONES, Elphaba dan Fiyore di Wicked, atau seperti Eponine kepada Marius di Les Miserable, mereka semua head overheels stupid for someone.
mungkin mereka stupid, but at least they're not alone. mereka punya satu sama lain untuk nemenin mereka jadi orang bego.
dan gue ternyata pernah ngerasa kayak gitu, dan masih, dan akan selalu juga. itu gue ke valdy, tolol untuk satu orang, tolol untuk valdy. tapi gue seneng, walaupun ada saat dimana gue harus nelen semua sakit balik lagi ke hati gue. tapi gue tau kalo apa yang gue rasain itu that kind of feeling. dan gue hidup setengah jiwa kehilangan dia.
mungkin itu juga kenapa gue gabisa suka sama siapa-siapa se significant suka gue ke dia. karna semuanya tentang dia udah terlanjur terlalu banyal, dan gue benci deket dia, gue benci jauh dari dia, gue benci temen-temen gue main sama dia. gue benci semua orang tau apa kabarnya kecuali gue, gue benci dia mandang orang lain, gue benci dia senyumin orang lain, bukan karna gue obsesi sama dia tapi karena dia dulu gitu ke gue, dan waktu dia hilang gue harus nontonin semua orang dapetin seuatu yang berharga buat gue dengan gampangnya.
dan gue benci waktu ada yang gak menghargai dia, karna dia gue sayang, terus, gue sayang dia banget dan gue bakalan menghargai dia. gue benci mereka yang buat mimpinya tertunda dan terancam gagal, karna gue bakalan dukung dia ancur-ancuran ngejar mimpinya, tapi gue gabisa lakuin itu lagi.
dan entahlah.....
Langganan:
Komentar (Atom)